Melalui jaringan backlink yang kami miliki merupakan penyedia jasa backlink menerima berbagai backlink Indonesia dengan layanan jasa backlink murah yang kami kelola secara manual dan profesional. Kami menawarkan jasa backlink terbaik. Bagaimana cara membeli backlink dari kami?. Silahkan 👉 Hubungi Kami! harga sangat terjangkau!

Content Placement

Berikut adalah daftar 50 situs Jaringan Backlink kami!
01. Backlink Indonesia 26. Iklan Maluku Utara
02. Backlink Termurah 27. Iklan Nusa Tenggara Barat
03. Cara Membeli Backlink 28. Iklan Nusa Tenggara Timur
04. Iklan Aceh 29. Iklan Online Indonesia
05. Iklan Bali 30. Iklan Papua
06. Iklan Bangka Belitung 31. Iklan Papua Barat
07. Iklan Banten 32. Iklan Riau
08. Iklan Bengkulu 33. Iklan Semesta
09. Iklan Dunia 34. Iklan Sulawesi Barat
10. Iklan Gorontalo 35. Iklan Sulawesi Selatan
11. Iklan Internet 36. Iklan Sulawesi Tengah
12. Iklan Jakarta 37. Iklan Sulawesi Tenggara
13. Iklan Jambi 38. Iklan Sulawesi Utara
14. Iklan Jawa Barat 39. Iklan Sumatra Barat
15. Iklan Jawa Tengah 40. Iklan Sumatra Selatan
16. Iklan Jawa Timur 41. Iklan Sumatra Utara
17. Iklan Kalimantan Barat 42. Iklan Terbaru
18. Iklan Kalimantan Selatan 43. Iklan Yogyakarta
19. Iklan Kalimantan Tengah 44. Jaringan Backlink
20. Iklan Kalimantan Timur 45. Jasa Backlink
21. Iklan Kalimantan Utara 46. Jasa Backlink Murah
22. Iklan Kepulauan Riau 47. Jasa Backlink Terbaik
23. Iklan Lampung 48. Jasa Backlink Termurah
24. Iklan Link 49. Media Backlink
25. Iklan Maluku 50. Raja Backlink

Kami jaringan backlink sebagai media backlink bisa juga menerima content placement yakni jasa backlink termurah kami di dalam artikel. Pesan segera jasa backlink termurah ini. Karena kami adalah raja backlink yang sebenarnya!

Peluang Agen Iklan Online
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Ini Baru Namanya Seorang Istri ... Inikah cinta sejati??

Info informasi Ini Baru Namanya Seorang Istri ... Inikah cinta sejati?? atau artikel tentang Ini Baru Namanya Seorang Istri ... Inikah cinta sejati?? ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.

ag03s.blogspot.com - Ia mulai dari tidak ada apa-apanya bekerja sebagai kuli bangunan hingga akhirnya berhasil menjadi kepala bagian. Kemudian ia membentuk tim pekerja tersendiri yang akhirnya berkembang menjadi sebuah perusahaan konstruksi.

Sang istri yang mendampingi pria ini sejak kuli bangunan, semakin hari tampak semakin tua. Tubuh yang dulunya langsing, sekarang tampak kasar berotot, kulit pun tidak sehalus dulu. Dibandingkan dengan beribu wanita cantik di luar sana, ia tampak terlalu sederhana dan pendiam. Kehadirannya senantiasa mengingatkannya akan masa lalu yang sukar.

Sang suami berpikir, inilah saatnya pernikahan ini berakhir. Ia menabungkan uang sebesar 1 juta yuan ke dalam bank istrinya, membeli juga baginya sebuah rumah di daerah kota. Ia merasa, ia bukanlah suami yang tak berperasaan. Sekiranya ia tidak mempersiapkan bekal bagi hari tua istrinya, hatinya pun tidak tenang......

Akhirnya, ia pun mengajukan gugatan cerai kepada istrinya.
Sang istri duduk berhadapan dengannya.

Tanpa berbicara sepatah katapun ia mendengarkan alasan sang suami mengajukan perceraian. Tatapannya terlihat tetap teduh dan tenang. Ketika hari sang istri pergi dari rumah pun tiba, sang suami membantunya memindahkan barang-barang menuju rumah baru yang dibelikan oleh suaminya. Demikian pernikahan yang telah dibangun selama hampir 20 tahun lebih itu pun berakhir begitu saja.
Sepanjang pagi itu, hati sang suami sungguh tidak tenang. Menjelang siang, ia pun terburu-buru kembali ke rumah tersebut. Namun ia mendapati rumah tersebut kosong, sang istri telah pergi. Di atas meja tergeletak kunci rumah, buku tabungan berisi 1 juta yuan dan sepucuk surat yang ditulis oleh istrinya.

Saya pamit, pulang ke rumah orang tua saya. Semua selimut telah dicuci bersih, dijemur di bawah matahari, kusimpan di dalam kamar belakang, lemari sebelah kiri. Jangan lupa memakainya ketika cuaca mulai dingin.

Sepatu kulitmu telah kurawat semua, nanti bila akhirnya mulai ada yang rusak, bawa ke toko sepatu di sudut jalan untuk diperbaiki.
Kemejamu kugantung pada lemari baju sebelah atas, kaos kaki, ikat pinggang kutaruh di dalam laci kecil di sebelah bawah.

Setelah aku pergi, jangan lupa meminum obat dengan teratur. Lambungmu sering bermasalah. Aku telah menitip teman membelikan obat cukup banyak untuk persediaanmu selama setengah tahun.
Oh ya, kamu sering sekali keluar rumah tanpa membawa kunci, jadi aku mencetak 1 set kunci serta kutitipkan pada security di lantai bawah. Semisalnya kamu lupa lagi membawa kunci, ambil saja padanya.
Ingat tutup pintu dan jendela sebelum pagi-pagi berangkat kerja, kalau tidak, air hujan dapat masuk merusak lantai rumah.
Aku juga membuatkan pangsit. Kutaruh di dapur. Sepulang dari kantor, kamu dapat memasaknya sendiri...
_________________

Tulisannya jelek, sukar dibaca. Namun setiap huruf bagaikan selongsong peluru berisikan cinta tulus, yang ditembakkan menghujam jauh ke dalaman ulu hatinya.

Ia memandang setiap pangsit yang terbungkus rapi. Ia teringat 20 tahun yang lalu ketika ia masih menjadi seorang kuli bangunan, teringat suara istrinya memotong sayur, mempersiapkan pangsit di dapur, teringat betapa suara itu bagikan melodi yang indah dan betapa bahagianya ia pada saat itu. Ia pun tiba-tiba teringat janji yang diucapkannya saat itu: "Saya harus memberi kebahagiaan bagi istri saya..."   

Detik itu juga ia berlari secepat kilat segera menstarter mobilnya. Setengah jam kemudian, dengan bersimbah keringat, akhirnya ia menemukan istrinya di dalam kereta.

Dengan nada marah ia berkata, "Kamu mau ke mana? Sepagian aku letih di kantor, pulang ke rumah sesuap nasi pun tak dapat kutelan. Begitu caranya kamu jadi istri? Keterlaluan. Cepat ikut aku pulang!"



Mata sang istri berkaca-kaca, dengan taat ia pun berdiri mengikuti sang suami dari belakang. Mereka pun pulang. Perlahan, air mata sang istri berubah menjadi senyum bahagia....

Ia tidak mengetahui bahwa sang suami yang berjalan di depannya telah menangis sedemikian rupa... Dalam perjalanan sang suami berlari dari rumah ke stasiun kereta, ia begitu takut.. Ia takut tidak berhasil menemukan istrinya, ia sangat takut kehilangan dia.

Ia menyesali dirinya mengapa dirinya begitu bodoh hingga hendak mengusir wanita yang begitu ia cintai. Kehidupan pernikahan selama 20 tahun ini ternyata telah mengikat erat-erat mereka berdua menjadi satu.

Kekayaan yang sebenarnya bukanlah terletak pada angka di dalam buku tabungan, melainkan terletak pada senyuman bahagia pada wajah anda.

Indahnya berbagi ....

Demikian artikel tentang Ini Baru Namanya Seorang Istri ... Inikah cinta sejati?? ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Ini Baru Namanya Seorang Istri ... Inikah cinta sejati?? ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Kisah Inspirasi : Pohon Bambu Cina

Info informasi Kisah Inspirasi : Pohon Bambu Cina atau artikel tentang Kisah Inspirasi : Pohon Bambu Cina ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.
ag03s.blogspot.co.id - Spesial buat diri sendiri dan teman yang lagi berjuang menggapai sesuatu�. Temen temen tahu pohon bambu cina?
Jika kalian termasuk orang yang tidak sabar menunggu pertumbuhan sebuah tanaman, mungkin pohon bambu tersebut sudah menjadi korban Anda.

Pohon bambu cina tidak akan menunjukkan pertumbuhan berarti selama 6-7 tahun pertama, mungkin hanya tumbuh beberapa puluh cm saja. Namun setelah waktu tersebut, pertumbuhan pohon bambu cina tidak dapat dibendung, ia tumbuh begitu cepatnya dan ukurannya bukan lagi cm melainkan meter.


Sebetulnya apa yang terjadi pada pohon bambu cina tersebut?
Selama 6-7 tahun pertama, ia bukannya tidak mengalami pertumbuhan, hanya saja kita memang tidak melihat pertumbuhannya dengan kasat mata.

Fokus pertumbuhan pohon bambu cina pada waktu tersebut adalah pada akar, bukan pada batang. Pohon bambu cina sedang menyiapkan pondasi yang kuat agar ia bisa menopang ketinggiannya yang berpuluh-puluh meter.


Bayangkan apa yang terjadi jika pohon bambu cina tidak mempunyai akar yang cukup kuat untuk menopang ketinggiannya? Sedikit tiupan angin saja akan membuatnya tumbang.

Begitulah, Jika kita seringkali mengalami kegagalan dan
merasa kok jauh sekali dari kesuksesan yang diimpikan, kok sudah belajar bertahun2 serasa masih aja kurang.


Ups.. bukan berarti kita tidak mengalami perkembangan..
Justru bisa jd kita sedang mengalami pertumbuhan yang luar biasa didalam diri. Mental kita sedang ditempa dan dipersiapkan menuju kesuksesan.
Sama halnya dengan pohon bambu cina tersebut.

Saudaraku, Jika Anda hanya mengharapkan sebuah hasil yang instan, apapun itu, nasib anda akan seperti pohon bambu yang tidak memiliki akar yang kuat. Sedikit goncangan saja, anda akan jatuh begitu kerasnya. Jadi sekali lagi bersyukurlah dengan segala Ujian halangan dan rintangan.
Karena dengan proses itulah akan datang kekuatan dan keberhasilan� berkah untuk semuanya..




Demikian artikel tentang Kisah Inspirasi : Pohon Bambu Cina ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Kisah Inspirasi : Pohon Bambu Cina ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Renungan : Goresan Pada Mobil

Info informasi Renungan : Goresan Pada Mobil atau artikel tentang Renungan : Goresan Pada Mobil ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.
Ilustrasi
ag03s.blogspot.com - Tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap.

Kini, sang pengusaha, sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu. Dengan kecepatan penuh, dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar dengan penuh rasa bangga dan prestise.

Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar sesuatu.
Namun, karena berjalan terlalu kencang, tak terlalu diperhatikannya anak-anak itu.
Tiba-tiba, dia melihat seseorang anak kecil yang melintas dari arah mobil-mobil yang di parkir di jalan. Tapi, bukan anak-anak yang tampak melintas sebelumnya.
�Buk�.!� Aah�, ternyata, ada sebuah batu seukuran kepalan tangan yang menimpa Jaguar itu yang dilemparkan si anak itu.

Sisi pintu mobil itupun koyak, tergores batu yang dilontarkan seseorang.
�Cittt�.� ditekannya rem mobil kuat-kuat. Dengan geram, dimundurkannya mobil itu menuju tempat arah batu itu di lemparkan.

Jaguar yang tergores, bukanlah perkara sepele.

Apalagi, kecelakaan itu dilakukan oleh orang lain, begitu pikir sang pengusaha dalam hati.
Amarahnya memuncak. Dia pun keluar mobil dengan tergesa-gesa.
Di tariknya anak yang dia tahu telah melempar batu ke mobilnya, dan di pojokkannya anak itu pada sebuah mobil yang diparkir.

�Apa yang telah kau lakukan!? Lihat perbuatanmu pada mobil kesayanganku!!�
Lihat goresan itu�, teriaknya sambil menunjuk goresan di sisi pintu.
�Kamu tentu paham, mobil baru jaguarku ini akan butuh banyak ongkos di bengkel untuk memperbaikinya.
�Ujarnya lagi dengan kesal dan geram, tampak ingin memukul anak itu.
Si anak tampak menggigil ketakutan dan pucat, dan berusaha meminta maaf.
�Maaf Pak, Maaf. Saya benar-benar minta maaf. Sebab, saya tidak tahu lagi harus melakukan apa.

�Air mukanya tampak ngeri, dan tangannya bermohon ampun.
�Maaf Pak, aku melemparkan batu itu, karena tak ada seorang pun yang mau berhenti�.�
Dengan air mata yang mulai berjatuhan di pipi dan leher, anak tadi menunjuk ke suatu arah, di dekat mobil-mobil parkir tadi.

�Itu disana ada kakakku yang lumpuh. Dia tergelincir, dan terjatuh dari kursi roda. Saya tak kuat mengangkatnya, dia terlalu berat, tapi tak seorang pun yang mau menolongku.
Badannya tak mampu kupapah, dan sekarang dia sedang kesakitan..� Kini, ia mulai terisak.
Dipandanginya pengusaha tadi. Matanya berharap pada wajah yang mulai tercenung itu.
�Maukah Bapak membantuku mengangkatnya ke kursi roda?
Tolonglah, kakakku terluka, tapi saya tak sanggup mengangkatnya.�
Tak mampu berkata-kata lagi, pengusaha muda itu terdiam.
Amarahnya mulai sedikit reda setelah dia melihat seorang lelaki yang tergeletak yang sedang mengerang kesakitan.

Kerongkongannya tercekat. Ia hanya mampu menelan ludah.
Segera dia berjalan menuju lelaki tersebut, di angkatnya si cacat itu menuju kursi rodanya.
Kemudian, diambilnya sapu tangan mahal miliknya, untuk mengusap luka di lutut yang memar dan tergores, seperti sisi pintu Jaguar kesayangannya.
Setelah beberapa saat, kedua anak itu pun berterima kasih, dan mengatakan bahwa mereka akan baik-baik saja.

�Terima kasih, dan semoga Tuhan akan membalas perbuatan Bapak.�
Keduanya berjalan beriringan, meninggalkan pengusaha yang masih nanar menatap kepergian mereka. Matanya terus mengikuti langkah sang anak yang mendorong kursi roda itu, melintasi sisi jalan menuju rumah mereka.
Berbalik arah, pengusaha tadi berjalan sangat perlahan menuju Jaguar miliknya. Dtelusurinya pintu Jaguar barunya yang telah tergores itu oleh lemparan batu tersebut, sambil merenungkan kejadian yang baru saja dilewatinya.
Kerusakan yang dialaminya bisa jadi bukanlah hal sepele, tapi pengalaman tadi menghentakkan perasaannya.

Akhirnya ia memilih untuk tak menghapus goresan itu.
Ia memilih untuk membiarkan goresan itu, agar tetap mengingatkannya pada hikmah ini.
Ia menginginkan agar pesan itu tetap nyata terlihat: �Janganlah melaju dalam hidupmu terlalu cepat, karena, seseorang akan melemparkan batu untuk menarik perhatianmu.�
Teman, sama halnya dengan kendaraan, hidup kita akan selalu berputar, dan dipacu untuk tetap berjalan.

Di setiap sisinya, hidup itu juga akan melintasi berbagai macam hal dan kenyataan.
Namun, adakah kita memacu hidup kita dengan cepat, sehingga tak pernah ada
masa buat kita untuk menyelaraskannya untuk melihat sekitar?
Tuhan, akan selalu berbisik dalam jiwa, dan berkata lewat kalbu kita.
Kadang, kita memang tak punya waktu untuk mendengar, menyimak, dan menyadari setiap ujaran-Nya.

Kita kadang memang terlalu sibuk dengan bermacam urusan, memacu hidup dengan penuh nafsu, hingga terlupa pada banyak hal yang melintas.
Teman, kadang memang, ada yang akan �melemparkan batu� buat kita agar kita
mau dan bisa berhenti sejenak.
Semuanya terserah pada kita. Mendengar bisikan-bisikan dan kata-kata-Nya,atau menunggu ada yang melemparkan batu-batu itu buat kita.

(Sumber: nditzndulz.wordpress.com )

Demikian artikel tentang Renungan : Goresan Pada Mobil ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Renungan : Goresan Pada Mobil ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Renungan : Mengapa Harus Menekan Harga Pada Pedagang Kecil?

Info informasi Renungan : Mengapa Harus Menekan Harga Pada Pedagang Kecil? atau artikel tentang Renungan : Mengapa Harus Menekan Harga Pada Pedagang Kecil? ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.


ag03s.blogspot.com - Beberapa waktu lalu saya mengunjungi Pak Ujang (65 tahun), pemilik kios ikan kecil di bilangan Jakarta Pusat.

Saya sering ke sana. Kiosnya sangat sederhana, berupa papan kecil seluas 2,5 x 4 meter.                                
Beliau sudah lebih dari 30 tahun berjualan ikan di sana.                                              
Di sudut kanan toko terdapat sebuah tangga menuju lantai dua.                                                                                            
Lantai yang memiliki tinggi 1 m merupakan tempat tinggal Pak Ujang dan istri.

Tepat saat saya berkunjung, muncullah seorang pembeli yang menggunakan mobil mewah brand Jerman.

Awalnya Si Pembeli membeli makanan ikan seharga Rp 5.000,-                                                                                                              
Ia pun berusaha keras menawar. Akhirnya Pak Ujang sepakat menjual Rp 9.000,- per dua bungkus.

Si Pembeli kemudian melihat ikan koi tiga warna berukuran sekitar 30 cm. Pak Ujang menjual dengan harga Rp. 40.000,- per ekor. Terjadilah tawar-menawar.

Si pembeli terus memaksa ingin memiliki ikan tersebut dengan harga Rp 25.000,-. Katanya, ikan begitu tidak layak dihargai Rp 40.000,-

Pak Ujang terlihat sangat keberatan menjual ikan tersebut di bawah Rp 35.000,-. Namun, saya sendiri menyaksikan betapa kerasnya si pembeli menawar dan memaksa.

Akhirnya Pak Ujang pun luluh dan menjual empat ekor dengan harga yang diinginkan pembeli. �Ikan ini sudah hampir 1 bulan tidak laku,� Jawabnya setelah saya menanyakan alasannya menjual.

Si Pembeli kembali membeli tanaman air yang harusnya berharga Rp 5.000,- per buah. Begitu gigihnya mendapat 4 buah dengan uang Rp 10.000,-, sampai-sampai Si Pembeli memasukkan sendiri dua tanaman air tambahan ke plastik.                                          
Tidak berhenti sampai di sana, saat hendak membayar, dia pembeli kembali meminta dua ekor ikan kecil seharga Rp 5.000,- per ekor untuk mainan anaknya. Dan Pak Ujang akhirnya memberikan.

Saya merenung. Banyak orang sering sekali berhemat setiap keping rupiah dari si miskin. Mereka sering mengganggap harga barang dari seorang pedagang kecil atau pasar tradisional tidak pantas dan menawar serta puas karena bisa berhemat setidaknya Rp 500,-                                                                        
Kemudian mereka berjalan ke mall dan tidak bertanya kepantasan dari harga secangkir kopi Rp 60.000,- atau semangkok bakso Rp. 40.000,-                                      
Mereka bahkan membeli dengan bangga dan malu bila menawar.

Mereka menawar dari tukang becak yang harus mengayuh sepeda dengan berat, tetapi tidak pernah memprotes argo taksi yang bergerak tak terkendali.

Setelah itu, mereka akan bicara tentang pengentasan kemiskinan.                                    
Mereka salahkan pemerintah atas data-data kemiskinan yang tidak pernah turun.                              
Padahal di balik itu, mereka mengeksploitasi Si Miskin.

Mereka berusaha berhemat setiap keping rupiah dari Si Miskin yang bekerja lebih keras, lebih berat, dan panas untuk memberi makan keluarganya.                                
Namun, mereka menghabiskan uang yang jauh lebih banyak di mall tanpa menanyakan kepantasannya.

Dan sadar ataupun tidak..  mereka mungkin adalah kita.. ??

Demikian artikel tentang Renungan : Mengapa Harus Menekan Harga Pada Pedagang Kecil? ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Renungan : Mengapa Harus Menekan Harga Pada Pedagang Kecil? ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Renungan : Dibalik Kerasnya Sang Ayah

Info informasi Renungan : Dibalik Kerasnya Sang Ayah atau artikel tentang Renungan : Dibalik Kerasnya Sang Ayah ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.

ag03s.blogspot.com - Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Ayah?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Ayah-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Ayah bekerja dan dengan wajah lelah Ayah selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Ayah mengganggapmu bisa, Ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Ayah, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.

Tetapi Ayah akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"
Tahukah kamu, Ayah melakukan itu karena Ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :

"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja....
Kamu mulai menuntut pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, dan Ayah bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".

Tahukah kamu, bahwa Ayah melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu.. Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....
Tahukah kamu, bahwa saat itu Ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,

Bahwa Ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Ayah akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')
Ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Ayah merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Ayah akan mengeras dan Ayah memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Ayah akan segera datang?
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Ayah"
Setelah lulus SMA, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Ayah itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Ayah

Ketika kamu menjadi gadis dewasa....
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...
Ayah harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Ayah terasa kaku untuk memelukmu?
Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .

Padahal Ayah ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah.
Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Ayah belikan untukmu".

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Ayah untuk mengambilmu darinya.
Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Ayah tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya....
Saat Ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Ayah pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Ayah menangis karena ayah sangat berbahagia, kemudian Ayah berdoa....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....
Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Ayah telah menyelesaikan tugasnya....

Ayah, papa Bapak, atau Abah kita...
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..

Sumber : You tube dan FB

Demikian artikel tentang Renungan : Dibalik Kerasnya Sang Ayah ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Renungan : Dibalik Kerasnya Sang Ayah ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Antri Saja Tidak Bisa, Bagaimana Mau Maju?

Info informasi Antri Saja Tidak Bisa, Bagaimana Mau Maju? atau artikel tentang Antri Saja Tidak Bisa, Bagaimana Mau Maju? ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.
ag03s.blogspot.com - Pagi tadi dengan terpaksa, saya harus kembali ke dealer Yamaha di daerah Tiban, dekat dengan tempat dimana saya tinggal selama kerja di Batam. Ini semua lantaran kemarin pagi, ketika saya datang untuk service sepeda motor tidak kebagian nomor antrian. Selain karena hanya buka setengah hari, kemarin mekanik bengkelnya juga tidak dalam formasi yang lengkap.

Jadi ceritanya begini :

Kemarin pagi, saya datang agak pagi (sekitar jam 8) ke dealer sepeda motor ini dengan harapan mendapatkan nomor antrian yang tidak terlalu jauh. Bahkan kalau beruntung, mungkin jadi yang pertama datang karena pagi. Namun apa dikata, setibanya saya disana ternyata sudah ada 10 orang yang datang lebih dahulu. Ya mau apa lagi, terpaksa nanti ketika rooling door dibuka dan nomor antrian dibagikan, saya terpaksa mengakui mendapat urutan ke-11. Dan setelah kedatangan saya, masih bertambah lagi sekitar 5 orang baru lagi.

Tidak selang berapa lama, datang lah yang punya dealer. Membuka pintu dan melanjutkannya dengan kegiatan menata sepeda motor baru di bagian bengkel keluar agar spacenya agak lapang dan nyaman bagi mekanik bengkelnya untuk bekerja.

Sebagaimana biasa, nomor antrian sebenarnya sudah disiapkan dari hari sebelumnya dan hanya ditaruh begitu saja di atas etalase bagian resepsionisnya. Ini memang �fasilitas� yang diberikan oleh pemilik dealer bagi mereka yang datang pagi, agar sesuai dengan urutan, nanti ketika pelayanan diberikan.

Dan terjadilah �insiden kampungan� itu.

Setelah rooling door dibuka, tiba-tiba seluruh orang yang ada disana berlari, rebutan dan saling tarik-menarik untuk mengambil kertas nomer antrian.

�Oh my God�, ini orang-orang norak dan kampungan sekali. Apa tidak pernah diajarkan budaya antri?� tanya saya dalam hati, melihat kelakukan orang-orang yang norak dan kampungan tersebut.

Rebutan Antrian

Awalnya saya biasa saja, mengingat saya memang datang urutan ke-11. Apalagi ketika kepala mekanik mengatakan bahwa kemarin hanya bisa melayani 10 sepeda motor saja dengan alasan keterbatasan SDM dan jam kerja yang hanya setengah hari. Tidak jadi soal, memang saya tidak kebagian.

Namun, yang membuat saya marah adalah tidak jauh dari tempat saya berdiri ada seorang bapak tua, yang ternyata dia sudah lama antri (dari jam 7 pagi) dan datang pertama kali, ternyata malah tidak kebagian nomor antrian sama sekali. Di sisi lain, saya lihat mereka yang mendapatkan nomor antrian beberapa diantaranya adalah orang-orang yang bahkan baru datang setelah saya. Padahal bapak tua ini, tidak punya waktu lagi untuk menyervis sepeda motornya selain hari ini (kemarin). Dan ironisnya, tidak ada satu pun yang mau mengalah pada bapak tua ini, meskipun dia datang pertama.

�

Urusan antrian ini, memang sudah menjadi penyakit lama bangsa Indonesia. Lihat saja, dimana ada antrian, kalau petugasnya tidak tegas pasti akan ada jalur antrian baru atau ada yang menyerobot dengan jalan membuyarkan antrian jadi serabutan tidak karuan. Kondisi ini diperparah juga kadang dengan petugas yang tidak mau tahu dan tetap melayani saja mereka yang menyerobot antrian. Hingga pada akhirnya, menyerobot antrian sudah jadi hal yang dimaklumi.

Buat mereka, ini mungkin hanya persoalan tentang antrian. Namun bagi saya, ini lebih dari itu. Budaya antri sebenarnya bukan lah hal yang besar, namun disini ada beberapa nilai yang tersirat di dalamnya :

DISIPLIN � Ini yang utama. Budaya antri membiasakan kita untuk disiplin sebenarnya. Kalau mau dilayani pertama, ya datanglah terlebih dahulu. Disiplinkan diri untuk bangun lebih pagi, berangkat lebih pagi, hingga mendapatkan nomer antrian yang pertama. Bukan malah datang seenaknya kemudian menyerobot antrian.

Etika, Prinsip Moral

ETIKA � Menyerobot antrian, sama halnya dengan menunjukkan kepada orang lain bahwa kita tidak punya etika. Bangsa bar-bar yang tahunya hanya main gubrak sana gubrak sini, serobot sana serobot sini. Kampungan! Bahkan mungkin lebih parah dari orang kampung yang mengerti etika kesopanan dengan mendahulukan yang datang duluan.

CURANG � Apa bedanya para penyerobot antrian dengan orang yang suka bermain curang dengan melanggar aturan? Tidak ada bedanya.

TIDAK TAHU MALU � Mungkin hukuman paling pas untuk para penyerobot antrian adalah ditelanjangi di depan umum. Toh, mereka juga sudah tidak punya rasa malu lagi saat menyerobot antrian. Kalau perlu difoto wajahnya, dan dipajang dengan tulisan besar �Awas, Penyerobot Antrian Yang Tidak Tahu Malu!�.

MERUGIKAN ORANG LAIN � Tidak ada orang yang senang dirugikan. Pun orang-orang yang disalip antriannya, mereka termasuk orang-orang yang dirugikan. Mereka yang berusaha hadir lebih dahulu, akhirnya malah dapat urutan buncit, atau malah tidak dapat sama sekali. Apalagi kalau bukan dirugikan namanya.

Maka tidak heran kalau bangsa ini jadi tidak maju, kalau mental-mental masyarakatnya sudah begini. Bagaimana diajak berpikir visioner, kalau masalah budaya antri saja masih jadi masalah yang tidak selesai-selesai.

Tapi mau bagaimana lagi, inilah bangsa kita. Di negara ini lah kita tinggal dan hanya bisa mengelus dada. Satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah mendisiplinkan diri dan membudayakan tertib antri pada diri kita sendiri. Tunjukan bahwa kita bermartabat, berkarakter, dan punya etika yang baik.

Hayo, Anda termasuk yang suka menyerobot antrian juga?

Via arifmaulana

Demikian artikel tentang Antri Saja Tidak Bisa, Bagaimana Mau Maju? ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Antri Saja Tidak Bisa, Bagaimana Mau Maju? ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.